KUMPULAN POSTINGAN, ARTIKEL & EBOOK :

Sabtu, 07 Oktober 2017

KETIKA ANJING NAMPAKNYA LEBIH DIMULIAKAN DARIPADA SEORANG PEREMPUAN MUSLIM YANG SEDANG HAMIL


Jika Anda sebagai pramugari atau pramugara atau pilot atau petugas di sebuah pesawat menemukan seorang penumpang yang membawa 2 ekor anjing miliknya dan kemudian ternyata dia duduk dekat seseorang yang alergi terhadap anjing, kira-kira apa yang Anda lakukan ?

Jika saya menjadi pramugari atau pramugara atau pilot atau petugas di sebuah pesawat, maka saya akan mencoba mencari solusi yang sebaik mungkin yaitu dengan mencoba menanyakan kepada penumpang lain yang mau bertukar tempat duduk, terutama yang berada di kabin yang berbeda, agar penumpang yang alergi terhadap anjing tersebut duduk jauh dari penumpang yang membawa anjingnya tersebut.

Namun nampaknya ini tidak dilakukan oleh Maskapai Penerbangan Southwest Airlines. Maskapai ini justru memaksa keluar seorang penumpang yang alergi terhadap anjing tersebut. Ironisnya, penumpang tersebut adalah seorang perempuan yang sedang hamil di mana seharusnya memperoleh perlakuan yang lebih diutamakan.

Inilah yang terjadi pada Profesor Anila Daulatzai (46 tahun), seorang perempuan muslim yang menjadi profesor di Maryland Institute College of Art, Baltimore. Anila yang tengah hamil.dipaksa keluar oleh dua polisi dari pesawat tersebut pada pekan lalu, saat dirinya hendak terbarng dari Bandara Baltimore-Washington menuju Los Angeles untuk menemani ayahnya yang sakit dan akan menjalani operasi pembedahan, seperti dilansir Independent, Jumat (6/10/2017).

Profesor Anila Daulatzai dibawa paksa keluar oleh petugas keamanan maskapai karena alergi pada dua anjing yang berada di dalam pesawat.


Tindakan petugas maskapai terhadap Daulatzai itu direkam sejumlah penumpang yang kini viral di media sosial. Daulatzai terlihat dan terdengar menolak petugas keamanan maskapai yang secara paksa membawanya keluar dari pesawat. Salah satu rekamannya dapat Anda lihat di atas yang direkam oleh Bill Dumas.

Menurut manajemen maskapai itu, Daulatzai diminta keluar karena ia mengakui alergi terhadap anjing. Sementara di pesawat itu terdapat 2 anjing milik penumpang lain. Ia lantas diminta keluar pesawat, karena pihak maskapai mengkhawatirkan alergi Anila kambuh dan membahayakan nyawanya saat penerbangan.

Namun, pengacara profesor tersebut mengatakan bahwa dia tidak mengklaim bahwa alergi tersebut mengancam nyawanya. Dia juga tidak meminta agar anjing-anjing itu dibawa keluar dari pesawat. Bahkan, dia juga tidak meminta dokumentasi medis mengenai alerginya.

“Profesor Daulatzai menderita luka-luka fisik dan trauma mental, memerlukan perawatan darurat di rumah sakit setempat, termasuk untuk kehamilannya, dan masih menjalani perawatan medis,” kata pihak pengacaranya, dalam sebuah pernyataan.

Apakah tindakan membawa paksa keluar Daulatzai merupakan sebuah bentuk tindakan seksis dan rasialis sebagaimana yang diklaim oleh Daulatzai bahwasannya dia menderita diskriminasi di pesawat Southwest. Stepfeed, karena dia seorang wanita, orang kulit berwarna, dan seorang muslim ?

Yang pasti, “Profesor Daulatzai juga menerima surat kebencian, termasuk pesan rasis dan ancaman kekerasan lebih lanjut. Ada usaha untuk masuk ke rumahnya. Sejak saat itu dia meninggalkan rumahnya, takut akan keselamatannya,” lanjut pihak pengacara, seperti dikutip dari CBS News.

Dan yang pasti juga, fakta yang ada, setidak-tidaknya sejauh yang saya ketahui, tidak pernah ada insiden seperti ini terjadi sebelumnya.

Ngomong-ngomong, memangnya boleh ya membawa anjing ke dalam kabin penumpang ?

Mengapa 2 anjing tersebut tidak ditaruh saja di bagasi pesawat ?

Atau mengapa tidak dibuat saja kabin khusus di mana penumpang boleh membawa anjing atau hewan peliharaan lainnya, dan ada kabin di mana penumpang tidak boleh membawa anjing atau hewan peliharaan lainnya ?

Jikalau dikhawatir bahwasannya keberadaan anjing di dalam kabin tersebut dapat membuat alergi Daulatzai menjadi kambuh, apakah tidak ditanyakan apakah Daulatzai mampu mengatasinya atau membawa obat untuk mengatasi alerginya ?

Jikalau dikhawatirkan alerginya bisa menular, apakah benar bahwasannya alerginya tersebut bisa menular ?

Jikalau memang alasannya keberadaan anjing dalam kabin dapat membuat alerginya kambuh dan membahayakan dirinya, apakah ketika Daulatzai dibawa paksa keluar adalah dalam kondisi alerginya sedang kambuh ?

Bukankah jika kondisi dia ketika dibawa paksa keluar dalam kondisi sehat menunjukkan bahwasannya kekhawatiran bahwasannya keberadaan anjing akan membuat alerginya kambuh dan membahayakan dirinya menjadi tidak terbukti benar adanya ?

Yang pasti saya menemukan banyak kejanggalan dari sikap dan kebijakan petugas pesawat tersebut. Entahlah apakah ada motif tertentu di balik insiden ini semua ?

Yang pasti, apapun alasan pihak Maskapai Penerbangan, tetap saja tidak dibenarkan adanya tindakan pemaksaan dan kekerasan terhadap penumpang, terlebih lagi terhadap seorang perempuan yang sedang hamil di mana seharusnya diperlakukan dengan baik-baik dan hati-hati agar bayi di dalam kandungannya tidak sampai mengalami keguguran.

Jikalau ternyata terbukti bahwasannya ini benar-benar merupakan tindakan seksis dan rasialis, sungguh ironis sekali bahwasannya ini bisa terjadi di negara yang katanya menjunjung tinggi hak asasi manusia, menghormati kaum perempuan, menghormati agama lain dan menjunjung tinggi hak-hak konsumen.

Sekali lagi, jika saya adalah pengambil kebijakan dalam pesawat tersebut maka saya akan menempatkan anjing tersebut di bagasi pesawat. Jikalau khawatir anjingnya tersebut mati atau kenapa-kenapa, maka nyawa manusia jauh lebih berharga daripada nyawa anjing, terlebih lagi nyawa seorang perempuan yang sedang hamil yang artinya sama saja pada dirinya terdapat dua nyawa, yaitu dirinya dan anak dalam kandungannya.

Keengganan petugas untuk menempatkan anjing ke dalam bagasi dan justru memaksa keluar Daulatzai nampaknya menganggap anjing lebih mulia dibandingkan seorang perempuan muslim yang sedang hamil ?

Atau, jangan-jangan memang inilah pesan rasis terselubung yang disampaikan yaitu "anjing lebih mulia dibandingkan seorang muslim" ?

Saya serahkan semua ini kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati manusia. Yang pasti saya berdoa semoga kondisi fisik dan psikologis Daulatzai akan baik-baik saja, demikian juga terhadap bayi dalam kandungannya. Dan semoga Allan senantiasa menegakkan keadilan di muka bumi ini dan menghukum mereka-mereka yang berbuat zalim dan aniaya di dunia ini sesegera mungkin. Amiin.


RELATED POST :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar