KUMPULAN POSTINGAN, ARTIKEL & EBOOK :

Selasa, 27 Juni 2017

INILAH PENYEBAB MENGAPA ORANG TUA GAGAL PAHAM TERHADAP EMOSI ANAK

Meskipun Merupakan Darah Daging Sendiri dan Tinggal Dalam Satu Atap dengan Anak, Seringkali Orang Tua Merasa Gagal Untuk Menangkap dan Memahami Emosi Anak. Anak Terlanjur Marah dan Kesal Namun Tak Bisa Mengungkapkannya Pada Orang Tua.

 

Mengapa Orang Tua Gagal Mengenali Emosi Anak?  

Ini Alasannya!


Banyak orang tua yang sering mengeluhkan kegagalannya dalam memahami emosi yang dialami oleh sang anak. Anak seringkal tampak kesal dan ingin marah pada seseorang, namun saat ditanya, ia tak menjawab dan tak bisa mengungkapkan alasannya. Bahkan anak sering terlihat jengkel pada kedua orang tua tanpa alasan. Hal ini tentu membuat orang tua kebingungan dan tak tahu berbuat apa, pasalnya orang tua merasa tak ada kesalahan yang diperbuat pada anak.

emosi
Rupanya hal ini terjadi karena orang tua kurang piawai dalam memahami karakter anak, termasuk emosi yang sedang dirasakan oleh anak. Biasanya hal ini dialami oleh orang tua yang merasa bahwa ia telah mendidik anak dengan maksimal, namun justru malah cenderung otoriter. Anak tidak diberi kesempatan untuk bereksplorasi dan memahami lingkungan, orang tua yang demikian menganggap bahwa dirinya selalu benar.

Disamping alasan tersebut, ada beberapa hal lagi yang membuat orang tua gagal paham akan emosi yang dirasakan oleh anak.

1. Orang tua sibuk dengan pekerjaan

Salah satu alasan utama orang tua sulit mengenali karakter dan emosi anak adalah kesibukan orang tua dengan karir dan pekerjaan. Orang tua yang lebih sibuk di kantor dan jarang memperhatikan keadaan rumah membuat orang tua tak memiliki banyak waktu untuk anak-anak. Sekedar memperhatikan anak saja terasa sulit, terlebih jika harus mengenali karakter dan emosi anak.

2. Kurangnya komunikasi anak dengan orang tua

komunikasi
Meskipun tinggal dalam satu rumah pun, terkadang orang tua memiliki urusan sendiri yang membuatnya kurang memiliki komunikasi dengan anak. Orang tua jarang mengajak anak berbicara karena menganggap anak tak paham apa yang dibicarakan orang tua. Alhasil, anak pun sulit untuk berkomunikasi dengan orang tuanya sendiri. Tak hanya itu, orang tua yang berbicara tanpa menatap kedua mata anaknya juga menyebabkan sulitnya mengenal emosi dan karakter anak.

3. Orang tua kurang peduli pada perasaan anak

Terkadang orang tua membiarkan atau tidak mempedulikan anak yang ngambek atau marah pada orang tua, dengan alasan anak akan kembali seperti biasa seiring berjalannya waktu. Namun jika hal ini terus terjadi, maka orang tua akan semakin sulit untuk memahami apa yang diinginkan anak, termasuk emosi yang dirasakan oleh anak.

4. Ketakutan orang tua pada temperamen anak

Gagal Mengenali Emosi Anak
Orang tua seringkali menjauh dan takut pada anak yang memiliki temperamen tinggi, sehingga orang tua pun gagal memahami emosi anak. Orang tua merasa tidak dapat mengatasi perangai anak yang demikian, alhasil anak pun semakin menjadi-jadi. Untuk itulah sebaiknya orang tua perlu lebih mendekatkan diri pada anak agar bisa memahami emosi dan karakter anak. Jika orang tua sudah dekat dengan anak, maka orang tua tidak akan merasa kesulitan untuk ‘menaklukkan’ anak.


Sumber  :  https://www.cosmomom.net  

RELATED POST :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar