Smart Tissue Autonomous Robot (STAR). (Sheikh Zayed Institute for Pediatric Surgical Innovation)
Liputan6.com,
Madrid (26 Juni 2017) - Setiap
tahunnya, beragam penemuan ilmiah diciptakan, mulai dari terobosan medis hingga
penemuan planet baru di tata surya. Seluruh penemuan tersebut berkontribusi
untuk memajukan pemahaman kita tentang dunia dan alam semesta.
Diperkirakan, terdapat 2,5 juta artikel penelitian ilmiah baru
yang diterbitkan setiap tahun di lebih dari 28.000 jurnal ilmiah.
Meski tak semua penemuan ilmiah
menjadi terobosan mendasar, semuanya akan memiliki implikasi bagi masa depan
kehidupan di Bumi -- entah itu baik atau buruk.
Dari beberapa terobosan ilmiah tersebut, ada beberapa yang
terdengar lebih mirip dengan film fiksi sains atau dikenal dengan sci-fi. Tak jarang
beberapa di antaranya menjadi kontroversi.
Seperti dikutip dari The
Richest, berikut lima penemuan ilmiah dalam sepuluh tahun terakhir
yang paling membuat merinding.
1. Kulit Manusia Dicetak Menggunakan Printer 3D
Ilustrasi Foto Kulit Cantik (iStockPhoto)
Mesin cetak (printer) 3D telah
menjadi salah satu penemuan paling menarik perhatian. Alat tersebut dapat
mencetak banyak hal, mulai dari hal-hal sederhana hingga bagian-bagian mesin.
Pada 2017, sebuah universitas di Spanyol melangkah lebih jauh
dengan menciptakan bioprinter 3D yang bisa mencetak kulit manusiawi, lengkap
dengan epidermis, dermis dan kolagen, serta meniru elastisitas kulit asli.
Meski berpotensi memiliki beberapa kegunaan yang sangat positif,
seperti transplantasi kulit atau pengujian kosmetik, sejumlah orang masih belum
dapat menerima gagasan tentang bagian manusia yang dibuat secara mekanis.
2. Ada 1 Milyar Planet Mirip Bumi
Sejumlah galaksi di alam semesta yang terlihat oleh Teleskop Hubble (NASA, ESA/Hubble)
Melalui teleskop luar angkasa
Kepler, pada 2014 ilmuwan NASA memperkirakan terdapat 1 miliar planet mirip
Bumi di Galaksi Bima Sakti. Planet mirip Bumi adalah planet yang berukuran
serupa dengan jarak ke bintangn induknya sama dengan jarak dari Bumi ke
Matahari.
Namun, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa planet-planet
tersebut memiliki air atau atom yang dianggap perlu untuk kehidupan. Meski
demikian, hal tersebut adalah satu penemuan yang dapat menambah minat manusia
untuk mempelajari tentang misteri alam semesta.
3. Embrio dari Tiga Orang Tua
Ilustrasi Bayi (iStockPhoto)
Terobosan ilmiah yang
memungkinkan terciptanya sebuah embrio dari tiga induk dibuat pada tahun 2013.
Dari pengembangan itu, seorang anak yang memiliki tiga orangtua lahir di AS
pada tahun 2016.
Embrio tiga induk dapat digunakan untuk membantu wanita yang
ingin hamil, namun khawatir akan menurunkan kondisi genetik tertentu pada
anak-anak mereka.
Untuk menghindari hal tersebut, sel mitokondria sehat dari donor
digunakan agar kondisi genetik tidak diteruskan, sekaligus menjaga informasi
genetik dari kedua orang tua yang akan membuat anak mereka menjadi sehat.
Namun dari sisi etis, banyak pihak yang merasa tak nyaman dengan
praktek tersebut. Selain itu, ada juga beberapa keraguan tentang keefektifan
pengobatan itu dan belum ada yang mengetahui efek jangka panjang pada anak yang
lahir dari hasil terapi ini.
4. Robot Ahli Bedah

Smart Tissue Autonomous Robot (STAR). (Sheikh Zayed Institute for Pediatric Surgical Innovation)
Pada 2016, untuk pertama
kalinya operasi dilakukan oleh robot. Hal tersebut membuka jalan bagi petugas
medis di masa depan untuk menggantikan dokter manusia.
Meskipun operasi pertama oleh Smart Tissue Autonomous Robot
(STAR) dilakukan ke seekor babi, teknologi tersebut telah dikembangkan untuk
dapat bekerja pada manusia. Tujuannya untuk melakukan operasi lebih cepat dan
akurat daripada yang saat dilakukan ahli bedah manusia.
Meski banyak orang masih ragu untuk ditangani oleh seorang
robot, alat tersebut memainkan peran yang semakin penting dalam perawatan
medis.
5. Mesin Kecil yang Disisipkan pada Manusia
Ilustrasi Sel Darah Merah (iStockPhoto)
Gagasan tentang mesin kecil
yang bergerak di dalam tubuh manusia telah menjadi salah satu bahan favorit
fiksi ilmiah selama bertahun-tahun. Namun pada 2015, sebuah tim peneliti dari
San Diego mengumumkan bahwa mereka telah menciptakan nanoteknologi yang telah
berhasil dimasukkan ke tikus.
Di masa depan, nanoteknologi itu diharapkan dapat dikembangkan
menjadi alat yang dapat mengirimkan obat secara spesifik ke tubuh ke hewan atau
manusia. tikus, dan yang dapat dikembangkan di dalamnya.
Mesin kecil yang dikembangkan dalam penelitian mereka hanya
sebesar 20 mikrometer -- tidak lebih tebal dari rambut manusia. Meskipun alat mikroskopis
tersebut dikembangkan untuk tujuan baik, namun ada pihak yang mengkhawatirkan
bahwa alat tersebut akan digunakan untuk tujuan jahat.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar